Betah di Rumah Teman Bagian 2

sat-jakarta.com – Padahal, ada aturan di rumah itu kalau bermain game hanya boleh satu atau dua jam, misal. Cermati pula apakah ada orang dewasa yang mengawasi ketika anak bermain bersama temannya di sana. Untuk itulah, kita perlu mengenal keluarganya dengan baik dan berkomunikasi rutin. Dengan saling memonitor, dampak negatif yang mungkin terjadi bisa dihilangkan. Misal, kita tak perlu khawatir, kegiatan bermain mereka mengarah pada hal-hal negatif, seperti menonton flm yang tak pantas, main games yang tidak mendidik, dan sebagainya. Adanya komunikasi di antara orangtua juga membuat kita bisa “menitip” anak, saling minta tolong mengawasi anak-anak saat mereka bermain bersama.

MEMBUAT NYAMAN DI RUMAH

PR lain bagi kita adalah menciptakan home sweet home. Memang tak apa jika si usia sekolah bermain ke rumah temannya, tapi dia pun perlu merasa nyaman di rumah sendiri. Di sinilah kita perlu belajar dan melakukan introspeksi dari alasan yang dikemukakan anak. Tak perlu gengsi untuk mencontoh kebiasaan/hal positif yang ada di rumah si teman yang bisa membuat anak betah. Bila perlu tanyakan pada orangtua si teman apa yang dilakukan buah hati saat ada di sana. Jangan-jangan ia “cuma” baca buku cerita, tapi sambil ngemil kue buatan si tuan rumah. Nah, kita bisa menanyakan resepnya lalu mencoba di rumah.

Bila perlu, libatkan buah hati saat membuatnya. “Farid, Mama tahu kamu senang brownies buatan mamanya Vito. Nih, Mama sudah dapat resepnya. Yuk, kita buat.” Aktivitas-aktivitas bersama seperti ini, selain bisa meningkatkan kualitas hubungan anak dan orangtua, juga membuat anak lebih betah di rumah. Jadi, mudah, kok, menciptakan situasi/kondisi seperti di rumah teman. Papa, misalnya, bisa menjadi lawan saat bermain PlayStation.

Kedekatan dengan orangtua yang telah terjalin, akan mendorong anak untuk belajar membagi porsi waktu bermain antara teman dan orangtuanya. Jadi, ketika ada orangtuanya di rumah, anak bisa memilih untuk tidak bermain ke rumah temannya. Tak ada salahnya juga meminta anak mengundang para sobatnya ke rumah. Atau minta anak bergantian main di rumah kawan-kawan lainnya.

Hal ini bisa dibicarakan dengan orangtua teman-teman si anak. Dengan berpindah-pindah tempat bermain, anak akan belajar beradaptasi dengan lingkungan dan suasana baru. Ia juga belajar mengenai aturanaturan yang berbeda dari setiap rumah temannya, belajar menaati dan menghargai aturan yang berbeda tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *