4 Jenis Cara Memasang dasi

Memasang dasi ialah salah satu unsur utama dalam kode etik berpakaian untuk lelaki sejati. Mulai dari tuntutan guna tampil full-dressed di acara-acara formal laksana pesta, gala atau exhibition sampai kegiatan keseharian di lokasi kerja. Di samping cara memasang dasi standar, kamu pun tentunya telah tahu mengenai dasi kupu-kupu yang belakangan ini pulang hit, silahkan mampir di sini untuk teknik memakai dasi kupu-kupu.

Untuk anda yang masih baru mulai menjalani sehari-hari berpakaian formal dengan dasi, mungkin dapat mengikuti tips teknik memakai dasi yang gampang dan apik ini terlebih dulu. Langkah-langkah menggunakan dasi di tips tersebut tingkat kesulitannya basic sampai intermediate, sedangkan untuk tips kali ini akan tidak banyak lebih sulit tetapi hasil akhirnya pasti lebih menarik dan tampil beda.

1. Eldredge Knot.

Teknik mengikat dasi menarik yang dikenal dengan simpul Eldredge ini ialah salah satu teknik mengikat dasi yang sangat melawan arus, rumit tetapi sangat unik perhatian. Eldredge Knot terdiri dari 15 tahapan terpisah yang mesti dilaksanakan dengan seksama.

Cara memasang dasi yang menarik ini dikembangkan oleh Jeffrey Eldredge pada tahun 2007 dan menjadi familiar di internet sejak ketika itu. Perbedaan paling gampang kelihatan dari simpul Eldredge ialah langkah-langkah mengikat dasi yang digunakannya kebalikan dari mayoritas teknik memakai dasi lainnya. Saat mengikat dasi dengan simpul Eldredge, unsur lidah dasi yang bergerak bukanlah yang besar, tetapi yang kecil, dan diakhir dari langkah-langkahnya ujung lidah dasi yang kecil diselipkan di balik kerah baju.

Hasil akhir simpul dasi Eldredge paling memuaskan, volume simpul tebal (lebih tebal dari Windsor) dan format simpul laksana lipatan-lipatan sisik ekor ikan yang memukau. Hanya saja, Eldredge benar-benar memerlukan pemakai yang sabar dan telaten, tidak sesuai untuk orang yang terburu-buru.

2. Van Wijk

Teknik mengikat dasi ala Van Wijk ini dikenal sebagai simpul dasi yang menghasilkan efek ‘jangkung’ yang khas. Cara menggunakan dasi yang menarik ini diperkenalkan oleh desainer Lisa van Wijk dengan memodifikasi simpul Prince Albert.

Kesan yang diharapkan dari simpul Van Wijk ini ialah memberikan ilusi penampilan yang ‘jangkung’ dan kurus untuk pemakainya dengan efek yang panjang dan tidak gemuk seperti teknik mengikat dasi yang umum dipakai orang banyak.

3. Trinity Knot

Trinity knot tidak bertolak belakang jauh dengan Eldredge knot, keduanya ialah cara menggunakan dasi yang masih baru-baru ini ditemukan. Gaya mengikat dasi ala Trinity ini sekilas serupa dengan segitiga Celtic yang ikonik.

Cara mengikat simpul dasi Trinity pun menggunakan kiat yang serupa dengan Eldredge, di mana lidah dasi yang aktif ialah lidah dasi yang kecil, sedangkan lidah dasi yang lebar menjadi porosnya. Hasil akhir Trinity Knot akan menyusun simpul yang tidak banyak membulat dan tidak banyak lebih tebal dari Windsor. Penampilannya yang aneh akan menciptakan siapapun yang memandangnya terkagum-kagum.

4. Murrell

Teknik mengikat dasi menarik yang satu ini dipopulerkan oleh Brent Murrell di tahun 1995, penemuan Murrell ini sebetulnya adalahpembalikan dari teknik mengikat dasi klasik ala Windsor.

Gaya mengikat dasi ala Murrell ini menghasilkan format akhir yang unik, di mana lidah dasi yang kecil sedang di depan lidah dasi yang besar, sehingga memunculkan kesan simetris yang berlapis. Hasil simpulnya berbentuk segitiga yang simetris dan lumayan lebar.

Bagaimana? Mungkin sesudah mencoba sejumlah cara menggunakan dasi di atas anda akan merasa kendala dan repot, tapi laksana yang dari mula kita bahas, ini ialah beberapa gaya mengikat dasi yang menarik dan tidak umum yang dapat membuatmu tampil bertolak belakang dan menarik. Bagi hasil yang tidak biasa, pasti saja dibutuhkan usaha yang lebih dari biasanya. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *